1. Kisah Manusia: Tagihan yang Mengancam Usaha Keluarga

Raka Pratama mengelola kebun buah peninggalan ayahnya di pinggiran kota Korea. Nilai tanah di kawasan itu melonjak setelah pemerintah mengumumkan pembangunan jalur kereta baru. Kebunnya belum menghasilkan keuntungan besar, tetapi ia menerima tagihan pajak atas kenaikan nilai tanah yang dianggap belum terealisasi. Jika tagihan itu harus dibayar sekaligus, Raka mungkin perlu menjual sebagian kebun yang selama puluhan tahun menjadi mata pencaharian keluarganya.

Melalui pengacaranya, Raka mengajukan permohonan agar beberapa pasal dalam undang-undang pajak atas keuntungan berlebih dari tanah dinilai bertentangan dengan Konstitusi. Ia berfokus pada ketentuan yang menjadi dasar penghitungan pajak dan penetapan tarif. Pertanyaannya kemudian menjadi lebih besar daripada nasib satu tagihan: jika hanya pasal-pasal tertentu yang diajukan, apakah Mahkamah Konstitusi Korea dapat memeriksa—bahkan menyatakan bermasalah—seluruh undang-undang tersebut?

2. Pertanyaan Hukumnya

Apakah Mahkamah Konstitusi Korea hanya boleh menguji pasal yang dimohonkan, atau dapat memperluas pemeriksaan hingga mencakup seluruh undang-undang apabila pasal yang dipersoalkan merupakan bagian mendasar yang membuat undang-undang itu tidak dapat dijalankan tanpanya?

3. Apa Kata Hukum Korea?

Aturan dasarnya: pemeriksaan mengikuti ketentuan yang diajukan

Dalam mekanisme pengujian undang-undang di Korea, titik awal pemeriksaan adalah pasal yang dirujuk oleh pengadilan atau dipersoalkan melalui pengaduan konstitusional. Namun, batas itu bukan tanpa pengecualian. Undang-Undang Mahkamah Konstitusi Korea mengizinkan perluasan pemeriksaan apabila putusan atas pasal yang diajukan membuat seluruh undang-undang tidak mungkin diberlakukan.

Prinsip umum: Mahkamah memeriksa ketentuan yang diajukan. Akan tetapi, pemeriksaan dapat mencakup seluruh undang-undang jika akibat dari putusan terhadap ketentuan tersebut membuat undang-undang itu secara keseluruhan tidak dapat dijalankan.

Pengecualian ini berlaku pula dalam pengaduan konstitusional yang diajukan berdasarkan Pasal 68 ayat (2) Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Pasal 75 ayat (6) menerapkan aturan perluasan objek pemeriksaan tersebut pada jenis pengaduan ini.

Mengapa satu pasal dapat memengaruhi seluruh undang-undang?

Tidak semua pasal memiliki bobot yang sama. Ada ketentuan yang mengatur hal teknis, sementara ketentuan lain menjadi unsur pokok yang membuat suatu sistem hukum dapat beroperasi. Dalam sistem pajak, misalnya, dasar pengenaan pajak dan tarif merupakan dua unsur inti: tanpa keduanya, kewajiban pajak mungkin tidak dapat dihitung atau dipungut.

  • Pasal yang dimohonkan: ketentuan yang secara langsung diminta untuk diuji.
  • Ketentuan inti: aturan yang menentukan unsur mendasar, seperti objek, dasar pengenaan, atau tarif pajak.
  • Akibat terhadap keseluruhan undang-undang: apakah ketentuan lain masih dapat diterapkan secara masuk akal dan konsisten jika pasal inti itu tidak berlaku.

Putusan inkonstitusional dan putusan tidak sesuai dengan Konstitusi

Mahkamah dapat menyatakan suatu ketentuan inkonstitusional. Dalam keadaan tertentu, Mahkamah juga dapat menyatakan bahwa ketentuan itu tidak sesuai dengan Konstitusi dan meminta pembentuk undang-undang memperbaikinya. Putusan jenis kedua ini merupakan bentuk putusan yang berbeda dari pembatalan biasa: dampaknya terhadap keberlakuan ketentuan dapat ditangguhkan atau diatur sementara agar pembentuk undang-undang memiliki kesempatan membuat aturan pengganti.

Penting: Perluasan objek pemeriksaan tidak terjadi hanya karena pemohon tidak setuju dengan beberapa pasal. Harus ada hubungan mendasar antara ketentuan yang dipersoalkan dan kemampuan undang-undang secara keseluruhan untuk tetap berfungsi.

4. Cara Pengadilan Korea Menilai Persoalan Ini

Mahkamah Konstitusi Korea pada umumnya memulai dari ruang lingkup permohonan. Pendekatan ini menjaga agar pemeriksaan tetap berhubungan dengan sengketa nyata dan tidak berubah menjadi peninjauan menyeluruh tanpa alasan yang cukup.

Namun, Mahkamah juga melihat dampak praktis dari putusannya. Jika pasal yang dimohonkan merupakan bagian tak terpisahkan dari rancangan undang-undang, membatasi putusan hanya pada satu pasal dapat menghasilkan undang-undang yang secara formal masih berlaku tetapi tidak dapat diterapkan. Dalam keadaan seperti itu, pemeriksaan yang lebih luas dapat diperlukan untuk memberikan putusan yang utuh dan dapat dijalankan.

Prinsip tersebut berlaku pula ketika Mahkamah memilih putusan tidak sesuai dengan Konstitusi. Karena putusan itu berkaitan dengan keberlakuan norma yang dinilai bermasalah, aturan mengenai perluasan objek pemeriksaan dapat tetap relevan. Dengan kata lain, Mahkamah tidak harus mengabaikan persoalan terhadap keseluruhan undang-undang hanya karena putusan yang dipilih bukan pembatalan langsung.

5. Menerapkan Hukum pada Kasus Raka

Langkah 1: Tentukan apa yang dimohonkan

Raka meminta pengujian atas beberapa pasal dalam undang-undang pajak tanah. Pada tahap awal, itulah ruang pemeriksaan yang menjadi perhatian Mahkamah. Fakta bahwa Raka hanya mengajukan sejumlah pasal tidak dengan sendirinya membuat seluruh undang-undang ikut diperiksa.

Langkah 2: Nilai apakah pasal tersebut merupakan fondasi sistem

Dalam perkara Raka, ketentuan yang dipersoalkan mengatur cara menentukan nilai tanah yang menjadi dasar pengenaan pajak dan tarif pajaknya. Keduanya bukan sekadar aturan administratif. Tanpa dasar pengenaan dan tarif, jumlah pajak tidak dapat dihitung dengan cara yang ditetapkan oleh undang-undang tersebut.

Langkah 3: Periksa apakah bagian lain masih dapat berjalan

Andaikan Mahkamah menyatakan bahwa ketentuan dasar pengenaan pajak inkonstitusional atau tidak sesuai dengan Konstitusi, sementara ketentuan tarif juga dinilai bermasalah, bagian-bagian lain dari undang-undang mungkin tidak cukup untuk menentukan siapa yang harus membayar dan berapa jumlahnya. Jika kekurangan itu membuat seluruh sistem pajak tersebut tidak dapat diterapkan, alasan untuk memperluas pemeriksaan menjadi kuat.

Langkah 4: Tentukan cakupan putusan

Jika Mahkamah menyimpulkan bahwa tanpa ketentuan-ketentuan inti itu seluruh undang-undang tidak mungkin dijalankan, Mahkamah dapat memperluas objek pemeriksaan hingga mencakup undang-undang secara keseluruhan. Perluasan ini bukan hukuman karena Raka mengajukan permohonan yang terlalu sempit, melainkan cara untuk menangani konsekuensi hukum yang tidak dapat dipisahkan dari pasal-pasal inti tersebut.

Karena itu, jawaban bagi Raka adalah: ya, pemeriksaan dapat meluas hingga seluruh undang-undang, tetapi hanya jika syarat pengecualian terpenuhi. Mahkamah harus melihat bahwa putusan terhadap pasal yang dimohonkan membuat keseluruhan undang-undang tidak dapat diberlakukan. Perluasan tersebut bukan akibat otomatis dari permohonan Raka.

6. Kesimpulan: Apa yang Terjadi, dan Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan?

Dalam kisah ini, Mahkamah menemukan bahwa ketentuan yang dipersoalkan Raka mengatur unsur inti pemungutan pajak. Karena tanpa dasar pengenaan dan tarif, undang-undang itu tidak dapat dijalankan secara utuh, Mahkamah memperluas pemeriksaan dan menangani undang-undang secara keseluruhan. Bagi Raka, hasil tersebut berarti sengketa pajaknya tidak lagi semata-mata bergantung pada satu atau dua pasal; nasib seluruh kerangka hukum pajak yang menjadi dasar tagihannya ikut dipertimbangkan.

Bagi orang yang menghadapi persoalan serupa, beberapa langkah praktis dapat membantu:

  1. Identifikasi pasal yang benar-benar menentukan kewajiban Anda. Bedakan aturan inti—seperti dasar pengenaan atau tarif—dari ketentuan teknis yang mungkin masih dapat berdiri sendiri.
  2. Kumpulkan dokumen dan tenggat waktu perkara. Simpan surat ketetapan, bukti pembayaran, keberatan, dan dokumen pengadilan; jangan menganggap proses pengujian konstitusional otomatis menangguhkan kewajiban atau batas waktu lain.
  3. Minta nasihat hukum di Korea mengenai dampak putusan pada perkara Anda. Efek suatu putusan dapat bergantung pada jenis putusan, tahap sengketa, dan aturan peralihan yang berlaku.

Intinya, permohonan yang hanya menyebut beberapa pasal tidak selalu membatasi Mahkamah pada pasal-pasal itu. Jika ketentuan yang dipersoalkan adalah fondasi undang-undang dan putusan atasnya membuat keseluruhan aturan tidak dapat dijalankan, hukum Korea membuka ruang bagi pemeriksaan yang lebih luas.