Naver meminta polisi menyelidiki dugaan manipulasi ulasan
Naver, perusahaan teknologi Korea Selatan yang mengelola layanan ulasan film, menyatakan menemukan aktivitas tidak wajar pada halaman film “Para Pembunuh”. Perusahaan itu mengatakan dugaan penyalahgunaan terjadi saat pengguna memberi tanda “setuju” atau “tidak setuju” pada ulasan, dan kasus tersebut telah dimintakan penyelidikan kepada polisi.
Dalam pengumuman pada 4 Oktober 2026, Naver menyebut analisis internal menemukan lalu lintas aktivitas yang tidak normal pada sejumlah film. Lalu lintas tidak normal berarti pola akses atau tindakan yang berbeda dari penggunaan biasa, misalnya banyak interaksi tercatat dalam pola yang serupa atau berulang.
Naver menyatakan menemukan indikasi penyalahgunaan mekanis pada film “Para Pembunuh” dan telah meminta penyelidikan atas aktivitas tersebut.
Pernyataan itu belum menetapkan siapa yang bertanggung jawab atau memastikan seluruh dugaan telah terbukti. Penentuan apakah aktivitas tersebut merupakan tindakan terorganisasi dan siapa pelakunya kini menjadi bagian dari penyelidikan.
Ulasan dengan 52.288 dukungan sempat berada di urutan teratas
Kontroversi ini mencuat setelah sejumlah pengguna mempertanyakan ulasan dan jumlah dukungan pada halaman film. Anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea, Noh Jong-myeon, mengatakan di Facebook bahwa masalah tersebut bukan sekadar kesalahan penghitungan, melainkan dugaan serangan menggunakan makro (program yang menjalankan tindakan berulang secara otomatis).
Noh menyoroti sebuah ulasan yang mempertanyakan apakah “pekerja China” dibayar untuk memberi penilaian, lalu menyebut masyarakat seolah-olah dianggap mudah dibodohi. Ulasan itu tercatat memperoleh 52.288 tanda “setuju” dan sempat muncul di posisi paling atas ketika halaman diurutkan berdasarkan jumlah dukungan.
- Menurut Noh, film tersebut juga dibanjiri penilaian terendah, yaitu 1 poin, disertai komentar bernada politik.
- Ia menilai penyebaran dukungan dalam jumlah besar dapat membuat ulasan tertentu tampak mewakili pendapat banyak penonton.
- Naver kemudian mengubah tampilan halaman film itu sehingga ulasan terbaru ditampilkan lebih dahulu, bukan ulasan dengan dukungan terbanyak.
Noh menuduh bahwa serangan semacam itu dapat memberi cap politik kepada film dan para pembuatnya, sekaligus memengaruhi pilihan calon penonton. Pernyataan tersebut merupakan tuduhan dari Noh; kebenaran dugaan penggunaan makro masih perlu diperiksa melalui penyelidikan.
Apa yang dimaksud dengan serangan makro?
Makro adalah perangkat lunak atau rangkaian perintah yang mengulang tindakan secara otomatis. Dalam konteks ulasan, program semacam itu secara teori dapat dipakai untuk mengirim penilaian atau menekan tombol dukungan berulang kali, alih-alih melakukannya satu per satu secara manual.
Contohnya, jika satu ulasan mendapat ribuan dukungan dalam waktu singkat, posisinya bisa naik dan menjadi hal pertama yang dibaca pengunjung. Itu tidak otomatis membuktikan adanya manipulasi, tetapi pola yang sangat tidak biasa dapat mendorong platform untuk memeriksa data dan meminta bantuan aparat.
Naver mengubah cara ulasan dan rating ditampilkan
Naver sebelumnya telah mengakui adanya masalah pada sebagian ulasan film. Pada 29 September, perusahaan mengatakan beberapa ulasan tercatat lebih dari sekali dan jumlah tanda setuju maupun tidak setuju juga sempat terhitung ganda.
Perusahaan menyatakan ulasan yang terduplikasi telah dihapus dan angka dukungan yang terhitung berulang telah dikoreksi. Setelah menemukan dugaan aktivitas mekanis terkait “Para Pembunuh”, Naver mengumumkan langkah tambahan untuk mengurangi dampak ulasan yang mungkin dimanipulasi.
- Untuk “Para Pembunuh”, urutan ulasan terbaru menjadi pengaturan awal sementara.
- Papan ringkasan rating untuk semua film hanya akan menampilkan nilai dari para ahli.
- Rating dan ulasan dari penonton langsung serta pengguna internet tetap tersedia di bagian ulasan seperti sebelumnya.
Dengan perubahan itu, Naver memisahkan ringkasan nilai ahli dari tanggapan publik. Pengunjung tetap bisa membaca ulasan penonton, tetapi ulasan dengan jumlah dukungan tertinggi tidak lagi otomatis menjadi tampilan pertama pada halaman film tersebut.
Mengapa urutan ulasan penting?
Urutan menentukan ulasan mana yang paling mudah terlihat. Jika sebuah halaman menampilkan ulasan dengan dukungan terbanyak di bagian atas, lonjakan dukungan dapat membuat satu pendapat terasa jauh lebih dominan daripada ulasan lain—seperti komentar yang paling banyak disukai di sebuah forum.
Sebaliknya, urutan berdasarkan waktu menampilkan komentar terbaru lebih dahulu. Cara ini dapat mengurangi pengaruh sementara dari angka dukungan yang mencurigakan, meski tidak dengan sendirinya menjamin bahwa setiap ulasan benar, mewakili mayoritas, atau bebas dari manipulasi.
Perdebatan politik ikut membayangi film
Noh mengatakan komentar yang menyebut “komunis” dan pemberian nilai terendah digunakan bersama dukungan dalam jumlah besar untuk menyerang film serta orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tuduhan itu menggambarkan bagaimana penilaian budaya dapat berubah menjadi perdebatan politik ketika ulasan membahas identitas atau ideologi, bukan hanya kualitas karya.
Namun, satu ulasan atau kumpulan komentar tidak cukup untuk membuktikan bahwa seluruh penonton memiliki pandangan yang sama. Karena itu, penting membedakan antara pendapat pribadi, tuduhan dari tokoh politik, dan temuan yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan data atau penyelidikan resmi.
Kasus ini juga menyoroti peran platform digital dalam membentuk kesan publik. Ketika rating dan ulasan menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum membeli tiket, menonton film, atau memilih produk, perubahan kecil pada urutan dan angka dapat memengaruhi apa yang pertama kali dilihat pengguna.
Film melampaui dua juta penonton
Di tengah kontroversi tersebut, “Para Pembunuh” mencapai dua juta penonton pada 3 Oktober, hari ke-11 sejak penayangannya. Angka itu menunjukkan bahwa film tetap menarik banyak penonton, tetapi tidak menjawab apakah ulasan daring memengaruhi keputusan mereka.
Jumlah penonton dan rating internet mengukur hal yang berbeda. Jumlah penonton menghitung orang yang datang ke bioskop, sedangkan rating dan komentar mencerminkan tanggapan pengguna yang berpartisipasi di platform; keduanya tidak selalu bergerak searah.
Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya
- Apakah penyelidikan dapat mengidentifikasi pihak yang diduga menjalankan aktivitas otomatis.
- Bagaimana Naver mendeteksi dan menangani ulasan atau dukungan yang tercatat secara tidak wajar.
- Apakah perubahan urutan tampilan akan diterapkan lebih luas jika ditemukan masalah serupa pada film lain.
- Bagaimana platform dapat menjaga agar kritik yang sah tetap terlihat tanpa membiarkan manipulasi angka menentukan percakapan.
Belum ada kesimpulan akhir mengenai siapa yang melakukan aktivitas tersebut ataupun motifnya. Untuk saat ini, fakta yang disampaikan Naver adalah bahwa perusahaan menemukan pola yang dianggap tidak normal, meminta penyelidikan polisi, dan mengubah sementara cara ulasan film itu ditampilkan.



















